Produk

Tahukah anda, segala macam penyakit itu berasal dari usus, usus yang kotor cenderung mengalami banyak sekali keluhan penyakit. nah mengapa usus bisa kotor apakah kita bisa membersihkan usus kita agar tidak terserang berbagai macam penyakit. 

usus bisa kotor karena makanan yang kitaa makan sehari hari banyak mengandung bahan kimia, nah bhan kimia ini yang masuk kedalam perut dan dapat mengendap didalam usus dan menjadi sumber segala macam penyakit.

makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti makanan instan yang banyak mengandung bahan kimia sangat berbahaya bagi tubuh, untuk itu kita harus membersihkanya agar usus bisa bersih, dengan cara detoksifikasi yaitu membuang toksin toksin di dalam tubuh nah untuk pembersihanya kita bisa ke dokter, dengan memakan biaya kurang lebih 40 jutaan. tapi anda tidak peru khawatir karena kami punya solusi ke 2 jika menurut anda terlalu mahal dengan cara memakai produk produk herbal, karena selain hemat juga tidak memakai efek samping karna tidak memakai bahan kimia.


  • 90% sumber penyakit berasal dari sistem pencernaan yang kotor dan tidak berfungsi dengan baik.(Dr. Harvey W. Kellog)
  • Penyebab mayoritas penyakit bukanlah bakteri, melainkan toksin yang berasal dari proses fermentasi sampah sisa makanan yang mengendap pada usus. (Dr. Henry Beyler)
  • Jika setiap orang menjaga kebersihan ususnya maka 95% klinik kesehatan akan tutup akibat kekurangan pasien.(Dr. Norman Walker)
  • Jenis makanan dan keadaan saluran pencernaan berhubungan erat dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas dan lebih jauh lagi berhubungan dengan semua penyakit yang sudah muncul mau pun yang belum muncul. (Dr. Hiromi Shinya)
  • Sampah pencernaan yang tidak terbuang selain bisa menghambat daya serap nutrisi juga dapat menghasilkan toksin yang akan mengakibatkan kerusakan sel-sel jaringan tubuh. (Dr. Deby Vinski, AAMS)


Sumber Mayoritas Terjadinya Penyakit

Usus besar adalah bagian akhir dari sistem pencernaan yang sesungguhnya telah menjadi masalah paling serius yang mengancam kesehatan. Usus besar layaknya tong sampah yang menampung sisa makanan lalu dihancurkan melalui proses pembusukan oleh bakteri. Kebiasaan makan tidak baik seperti mengunyah terburu-buru, lebih dominan daging dan kurangnya komposisi serat pada makanan menyebabkan pembusukan sisa makanan terus meningkat hingga mampu menghasilkan 15 kg kotoran berupa kerak yang menumpuk bertahun-tahun pada dinding usus. 

Sedikit demi sedikit menjadi semakin tebal, kaku dan menyempit hingga meningkatkan tekanan pada internal dinding usus. Kotoran semakin sulit didorong keluar, hasilnya perut semakin membuncit akibat dari tinja yang terperangkap dan terus berdiam dalam usus besar untuk waktu yang lama.

Kotoran stagnan yang terkumpul dalam divertikula lalu berfermentasi menjadi toksin penyebab terjadinya mutasi genetis sel-sel pada area tersebut hingga menimbulkan polip. Polip-polip itu tumbuh dan berkembang, disinilah cikal bakal kanker usus bermula. Pada tahap selanjutnya penumpukan kerak pembusukan sisa makanan terus meningkatkan produksi toksin hingga ikut masuk ke dalam darah bersama dengan penyerapan air di usus besar. Toksin ini sangat membebani kerja liver, lambat laun fungsi liver melemah hingga tidak mampu menetralisir toksin. 

Toksin beredar keseluruh tubuh dan menimbulkan kerusakan sel-sel jaringan tubuh lainnya. Lambat laun fungsi organ tubuhnya ikut menurun dan menimbulkan berbagai penyakit seperti stroke, jantung koroner, diabetes militus, maag, hypertensi, tumor, kanker payudara, prostat, gagal ginjal, pengerasan pembuluh darah dan lain sebagainya. 

Fungsi liver melemah biasanya disertai keluhan seperti sesak nafas, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, mudah lelah, gangguan pikiran, haid tidak teratur, insomnia dan perut membuncit. Efek pencernaan yang kotor akan tampak dari luar, seperti penuaan dini, kebotakan, kulit kendur, flek, keriput dan lemak bergelambir.
Reactions